Entahlah

4:14 PM

Campur aduk. Di saat ingin berlari, tapi entah kenapa yang saya rasakan, malah semakin banyak batu-batu yang di jalur ini. Di saat percepatan ingin beranjak dari posisi negatifnya, dari posisi nolnya, selalu ada saja batu-batu baru bermunculan, bahkan ukurannya tak jarang lebih besar. Di saat ingin mengejar, yang dikejar malah berlari lebih kencang, mungkin karena di jalur miliknya batu-batu itu lebih sedikit, bahkan mungkin juga lebih kecil. Tapi lagi-lagi untungnya saya tidak sendiri.

Memang setelah itu mau kemana? Mau berbuat apa? Bukankah yang terpenting dalam hidup adalah bermanfaat bagi orang lain? Karena dalam apa yang kita perbuat di hidup ini, ada hak-hak orang lain yang harus kita tunaikan. 
Tahukah kau? Saya pun sebelum ini ingin lari; menjadi apatis, menjadi egois. Tapi sore itu hati saya jadi lebih terbuka, berusaha untuk menerima, berusaha untuk lebih lapang, lebih ikhlas.

Bukankah Allah lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya?

Kawan, bersyukurlah, ketika batu yang ada dihadapanmu jauh lebih besar dibandingkan yang lain, sesungguhnya anugerah Allah kepadamu juga jauh lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Karena Allah tak sekalipun memberikan batu yang tak bisa kita singkirkan. HAMASAH!

Untuk sahabat-sahabatku yang sedang galau intelektual, untuk yang sedang dengan tekunnya berusaha menyingkirkan batu-batu di hadapannya dengan tetap ikhlas.

You Might Also Like

2 comments

  1. semangat tikaaaa!!! *ga kebayang gimana kalo aku jadi tika, menyeimbangkan semuanya.hm..

    ayo berjuang di manado (bener ga?)!

    semoga nanti kita bisa sama2 jadi pengurus DKM Salman. Atau, tika mau bljr ke negeri seberang? mana yg terbaik u/ tika aja deh. hehe :)

    ReplyDelete
  2. :) In, gw gak segitunya kok. Gw cuma ngerjain apa yang gw bisa. Dan untungnya, ketika ada yang gak bisa gw kerjain, gw punya kalian.

    Jadi kangen deh.

    Makasih doanya sayang :)

    ReplyDelete

ayo komen disini :)

Popular Posts