Tika = anak SD = anak autis part 2

1:03 AM

Part 1 memang tidak menunjukkan kalau saya ini agak2 autis. =)

Setelah saya selesai shalat dhuha, semua peserta diminta untuk berkumpul di ruang isolasi (namanya nyeremin.). Babak semifinal yang kami ikuti ini, dibagi menjadi 3 sesi; dan pada setiap sesi akan ada 3 kelompok yang bertanding. Kelompok yang mendapatkan skor tertinggi pada setiap sesi akan bertanding di babak final. (Kok kayaknya gw ngejelasin ribet amat yak?) Yah, intinya begitu.

Katanya, pada saat sesi pertama, kelompok yang bertanding di sesi kedua dan ketiga tidak boleh melihat dulu bagaimana jalannya sesi pertama. Itulah fungsi ruang isolasi. Tapi ujung2nya kita semua nonton juga pertandingan sesi 1 dan sesi 2. Padalah tim tika tandingnya di sesi ketiga.

Well, jalannya lomba cukup seru. Pas nonton sesi 1 dan sesi 2, ada banyak pertanyaan yang bisa kami jawab (dalam hati/bisik2). jadi kita ber3 gak terlalu nervous. (Hehe, jadi narsis gini...) Kedua tim yang lolos dari semifinal pada sesi 1 dan 2 adalah dari SMPN 6 Bogor, dua-duanya dari sono.

Pas sesi 1 dan 2, gw sibuk muter2 sendiri, yang mungkin agak terlihat seperti anak autis. yah, itu adalah salah satu cara saya menghilangkan rasa deg2an. Gak tahu ampuh apa enggak. Yang jelas kalau duduk diem, jadi sesek napas. Makanya kalau lagi mau lomba suka gak bisa diem (bisa sampe guling2an).

Akhirnya kami maju juga ke depan. Aku duduk di tengah, kan ceritanya aku jadi juru bicara. Semifinalnya dibagi jadi 3 babak lagi : lemparan, presentasi, rebutan. Pas babak lemparan, kelompok kita dapet nilai paling kecil, cuma 810. Sementara kelompok dari SMPN 1 Bogor nilainya 850 (kalau gak salah.). Aku udah pengen nangis aja tuh. masuk babak kedua, alhamdulillah kami dapet hasil memuaskan.

Di babak presentasi ni, salah satu dari kami bertiga diminta untuk menjelaskan topik yang ada di dalam amplop yang kami pilih. Aku tuh yang ngambil amplopnya. Terus pas dibuka... muncul lah... jeng jeng jeng jeng... KOPERASI! Siapa juga yang ngerti. Karena ada kesempatan untuk ganti topik, aku tuker amplopnya. Alhamdulillah muncul kata Adaptasi. ya, yang ini mendingan.

Terus akhirnya saya menjelaskan dengan anggun (bohong banget sih.) Padahal awalnya saya gak begitu ngerti tentang adaptasi. tapi aufa + ajie bikin kayak rangkuman gitu, jadi lebih pede. =D Tapi sialnya, ada tuh pertanyaan bahasa inggris yang bikin gw jadi malu. Kan gurunya nanya gini:
Guru smanda: What do you know about Charles darwin?
Gw: (sambil didikte sama aufa + ajie) Charles darwin was a biological scientist who stated evolution theory, bla bla bla......... He also stated that long time ago, we were monkeys or something like that. (Memalukan, padahal kata aufa harusnya aku nyebut ape. Dasar tolol.)
Guru smanda: Do you believe that?
(Karena gw keburu panas, langsung aja gw jawab, tanpa diskusi ama yang lain, tanpa mikir panjang.)
Gw: Of course not. I'm a human!
(Jawaban gw gak ilmiah banget. Hadoh. Malu.)

Tapi alhamdulillah... Di babak ini kami bisa dapet skor tertinggi dengan selisih cukup jauh dengan tim lain. Kami dikasih skor 455, spend=sa 355, tiboet 385. Yeiy! Walaupun jawaban gw konyol, bener2 kayak anak kecil. Yah, abis mau gimana? Kayaknya itu mah udah sifat alami.

Akhirnya kami lolos ke babak final setelah selamat di babak rebutan. Alhamdulillah... =)

to be continued...

You Might Also Like

2 comments

ayo komen disini :)

Popular Posts