Lugu

4:27 AM

Anak kecil umumnya masih polos, tidak takut dan tidak ragu untuk mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya. Itu yang gw pelajari dari adik laki-laki gw (walaupun sebenarnya semua orang sudah tahu fakta ini), khususnya Ihsan. Dari celotehnya, tak jarang gw tertawa ngakak. Dari ujarannya, tak jarang gw tersenyum menahan tawa. Dari ucapannya, tak jarang gw tersenyum haru.

Contohnya seperti tadi pagi di bandara Soekarno-Hatta:
Ihsan: Emangnya sekarang kita mau ke Jepang?
Gw: Hah?
Ihsan: (menunjuk sebuah titik merah besar yang ditempel di kaca seraya mengulum senyum geli) Itu ada bendera Jepang.
Mungkin garing bagi yang mendengar. Tapi buat gw itu salah satu leluconnya yang menyenangkan.

Ada satu dialog lagi yang masih gw kenang. Suatu malam di kamar nyokap gw. Gw lupa kenapa, yang jelas saat itu gw tidur di sebelah Ihsan, menemani dia yang tak kunjung terlelap. Tiba-tiba dia bertanya:
Ihsan: Emang kakak mau kuliah di Jerman?
Gw: Insya Allah. Emang kenapa?
Ihsan: Kakak jangan kuliah di Jerman.
Gw: Kenapa?
Ihsan: Jerman kan jauh.
Gw: Terus kenapa? Nanti Ihsan kangen? Iya?
Ihsan: Iya.
Gw: Kalau kuliah di Bandung boleh?
Ihsan: Boleh. Bandung kan deket.
Gw: Kalau kuliah di IPB?
Ihsan: Ah, itu mah deket banget!
Sebuah celoteh yang menggelitik. Ada haru terselip. Ternyata adik gw memang orang yang penyayang.



Percakapan menarik berikutnya terjadi tadi malam. Gw, adik-adik gw, dan Mama dalam satu kamar. Lagi-lagi Ihsan,
Ihsan: Kakak nanti kalau di Jerman sholat gak?
Gw: Sholat lah.
Ihsan: Laki-lakinya sholat gak?
Gw: Laki-lakinya siapa maksudnya?
Ihsan: Laki-lakinya sholat gak kak? (Keep asking)
Mama: (dengan volume serendah mungkin) He's asking about your husband.
Gw salah tingkah.
Mama: Maksud Ihsan nanti kakak kalo di Jerman laki-lakinya harus sholat. Iya kan, San?
Ihsan: (diam aja. Tanda setuju)
Haha. Lucu sekali. Di saat gw sendiri bahkan belum memikirkan tentang hal ini. Dia sudah mengharapkan yang terbaik buat gw.

Ya, mudah-mudahan ia memang orang yang sholeh.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
(QS. An-Nur: 26)

Dan mudah-mudahan celoteh itu takkan pernah ada habisnya :)

You Might Also Like

6 comments

  1. hhi.. asiknya punya adik yang lucu..
    bisa bikin otak seger lagi sehabis stress.. :)

    ReplyDelete
  2. What a beautiful brothers life :)

    ReplyDelete
  3. @teh ndu tapi kalo lagi rese tetep aja sih kesel :p
    @wawi yeah, and i dont wanna lose it

    ReplyDelete
  4. suka banget bacanya :) anak kecil memang menyenangkan hati :D

    ReplyDelete
  5. adik :")

    ingin...
    eh, ini adenya tika yang anak mama ya?

    ReplyDelete

ayo komen disini :)

Popular Posts