TAKBIR, at the End

1:17 AM

3 September 2010, TAKBIR sudah selesai.

Gw jadi teringat kata-kata Ihsan Hamdani. Gw lupa persisnya seperti apa. Intinya, rasanya agak sedih juga kalau TAKBIR harus berakhir. Dan ternyata, memang itu yang gw rasakan di penghujung acara; sedih, bercampur dengan haru, lega, bahagia, dan berbagai macam rasa lainnya. (Jadi pengen es krim #plak)

Sejak awal, kami berharap bisa membuat TAKBIR yang lebih baik dari sebelumnya; lewat sanlat dengan materi yang menarik dengan berbagai macam format (terpusat, dipisah per angkatan, ataupun sanlat di kelas dengan mentor), bazaar besar-besaran yang terbuka untuk umum, pembicara yang menarik seperti Ust. Yusuf Mansur; dekorasi megah yang menghidupkan nuansa Ramadhan, dan sejujurnya gw berharap bisa mengadakan lomba ekstern dalam rangkaian acara TAKBIR tahun ini.

Namun ternyata banyak keadaan yang membuat beberapa rencana tersebut tidak memungkinkan untuk diadakan; karena pembicara yang sulit dihubungi, keterbatasan dana, waktu publikasi yang terlalu sempit, persiapan yang agak terlambat, birokrasi yang rumit, dan masih banyak lagi. Apalagi dengan adanya TOP yang membuat fokus sebagian besar panitia inti menjadi terbagi. Tapi gw rasa, memang ini jalan yang Allah pilihkan untuk kami; agar kami bisa banyak belajar.

Ya, gw sendiri belajar untuk menghormati, menghormati pendapat orang lain. Gw sendiri belajar percaya, percaya bahwa gw tidak sendiri di jalan dakwah ini. Gw sendiri belajar berbagi, berbagi ilmu agar kami semua satu visi. Gw sendiri belajar memaafkan, memaafkan kesalahan orang lain juga kesalahan diri. Gw sendiri belajar menerima, menerima dengan ikhlas atas jalan yang dipilihkan-Nya.

Gw juga belajar dari mereka-mereka yang ada di sekitar gw. Sejak awal gw sendiri sudah yakin bahwa tangan-tangan mereka akan mensukseskan acara ini; dan akhirnya mereka, kami, memang bisa membuktikannya walau dengan jatuh bangun.


Gw ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ghilandy Ramadhan, yang selalu berusaha menunjukkan senyumnya kepada gw sestres apapun dia; Ihsan Hamdani, yang secara sepihak gw tarik menjadi Koor. Acara, yang mengajarkan gw banyak hal, yang membuat gw yakin bahwa gw seharusnya memang 'percaya'; Saif Alhaq, yang dengan semena-menanya gw kritik berulang kali dan nyatanya masih ada hingga akhir (Maaf ya, if :) gw masih percaya kok); Linea Alfa Arina, yang selalu 'ada, yang sejak dulu memang selalu ada. Dan untuk seluruh panitia TAKBIR 2010; gw mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Gw juga mohon maaf atas semua kelakuan gw yang kekanak-kanakan, keegoisan gw, dan segala kekejaman yang gw lakukan terhadap kalian. Gw hanya ingin kita membuat TAKBIR yang terbaik, kok. Kalian juga begitu, kan? :)

Gw akui, TAKBIR kali ini memang masih banyak kekurangan di sana sini. Namun karena tangan-tangan yang mengukirnya hanyalah tangan manusia, tentu tidak ada yang sempurna. Gw hanya berharap, TAKBIR kali ini dapat memberikan manfaat kepada tiap-tiap individu yang terlibat di dalamnya.

Gw masih ingin melihat TAKBIR yang lebih baik di tahun berikutnya; gw berharap besar pada Meriam Baja.
Hey, dik! Gw ingin percaya bahwa kalian bisa. Ditunggu, TAKBIR 2011 yang jauh lebih baik.

You Might Also Like

2 comments

  1. takbir tahun ini dahsyat kok:)

    ReplyDelete
  2. makasih teh dila :) kritik dan saran akan selalu ditunggu

    ReplyDelete

ayo komen disini :)

Popular Posts