Ujian Nasional?

2:02 AM

Kepala gw pening, hanya menjelang 48 jam. Parahnya lagi, gw sesak napas selama 7 jam terakhir. Gw merasa terus diburu oleh perasaan itu. Jujur gw memang kurang menyiapkan. Dan ini memang pertama kalinya gw memiliki perasaan itu. Ya, gw takut tidak lulus.

Entahlah.
Bukankah masih ada Dia?

Hari pertama sudah berlalu dan alhamdulillah, gw masih baik-baik saja. Tidak sepenuhnya baik, karena ada yang teriris di dalam sini. Kombinasi rasa rindu, miris, sesal, sedih, dan harap. Gw teringat tiga tahun yang lalu.
Ujian memang dimulai jam delapan. Tapi kami diwajibkan hadir jam tujuh pagi. Kami, dikumpulkan dalam dua buah ruangan (terpisah antara ikhwan dan akhwat tentunya). Bukan, bukan untuk saling mengecek apakah sudah mendapat kunci jawaban atau belum. Bukan, bukan untuk briefing bagaimana cara menyontek yang aman dari terkaman pengawas. Bukan satu pun dari amal-amal buruk itu. 
Kami diajak shalat Dhuha bersama, yang dilanjutkan dengan doa bersama. Wali kelas kami mendampingi, sampai akhirnya kami masuk ke ruang ujian. Guru-guru lain pun terus membisikkan kata-kata yang sama; tentang dzikrullah, tentang jujur, tentang semangat.
Salahkah jika gw mengharap hal yang serupa? Tentang jujur dan nama-Nya yang terus digaungkan.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran: 104
Siapa pun yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, kalau tidak mampu, hendaklah mengubah dengan lisannya, kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman. (HR. Bukhori-Muslim)
Maka kuatkanlah Ya Allah, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Kuat.

You Might Also Like

2 comments

  1. Saya sangat setuju dengan apa yang Anda lakukan 3 tahun lalu,.Saya pun heran saat ini karena takut tidak lulus banyak yang tidak percaya pd kemampuannya sendiri dan malah menyia-nyiakan apa yang sudah dipelajari selama kurang lbh 3 tahun kblkang,.
    Namun itu semua bergantung sejauh mana kita berpikir,.yakinlah Allah akan selalu menolong hambaNYa dan senantiasa memberikan yang terbaik..

    ReplyDelete
  2. Makasih banyak A'Andri, setidaknya saya jadi lebih yakin, sangat yakin kala saya tidak sendiri

    ReplyDelete

ayo komen disini :)

Popular Posts