Kembali pada Mimpi

4:44 AM

Tiba-tiba gw teringat kunjungan mendadak gw ke rumah Laila Mauhibah, salah seorang sahabat terdekat gw sejak SD. Sore itu gw berniat ikut acara buka puasa bersama KPM di RM Galuga yang setahu gw ada di daerah Bubulak. Dengan sok tahunya gw berangkat ke sana; padahal gw sama sekali tidak tahu di mana RM Galuga dan jam berapa acaranya dimulai. Karena ternyata saat di angkot 03 jarum jam masih menunjuk ke angka 4, dengan seenaknya gw memutuskan untuk ke rumah Laila. Laila sendiri kaget pas gw ke sana dan pas gw nelpon dia, gw udah ada di depan rumahnya.

Sesampainya di kamar Laila; kamar yang pernah gw tinggali juga selama seminggu saat gw SMP (#plak lebai), gw langsung  menjajah komputernya. Kegiatan chat Laila dengan Florischa sepertinya terganggu karena kedatangan gw. Tapi tanpa tahu malu (emang gw pernah malu? -,-) gw malah ngutak-ngatik fb dia selama dia shalat. Entah bagaimana awalnya, saat itu yang gw utak-atik adalah foto-foto dia saat di Medan; tempat yang semester lalu sangat gw impikan untuk bisa ada di sana.

Gw membiarkan dia banyak bercerita, tepatnya gw berusaha mengorek-ngorek banyak kisah selama dia di sana. Tentang orang-orang yang bahkan gw tidak kenal, tentang teman-teman baru yang ia dapat di sana, tentang teman-teman lama yang sama-sama kami kenal. Diam-diam gw juga membayangkan akan seperti apa kalau gw juga ada di sana; diam-diam rasa iri itu ada juga. Karena gw pernah menggantungkan mimpi yang sama.

Gw beralih ke program komputer yang Laila pelajari. Berhubung gw sama sekali buta tentang hal seperti itu, gw mulai bertanya ini dan itu. Dan akhirnya gw membuka-buka file-file Pelatihan Jarak Jauh OSN yang ada di foldernya. Saat itu gw benar-benar tergelitik, ingin memaksa diri gw sendiri untuk mengerti hal-hal itu; ingin memaksa otak gw untuk bisa mencerna kalimat-kalimatnya. Tapi nyatanya gw memang tidak mengerti, sama sekali.


Ada penyesalan dalam diri gw saat itu, kenapa gw tidak pernah berusaha lebih. Kenapa semangat gw sering kali malah kendur di saat seharusnya gw istiqomah untuk melakukan ikhtiar yang terbaik. Dan benak gw dipenuhi 'kenapa-kenapa' lainnya.

Di saat sharing itu, gw memang berkata bahwa otak gw sudah tidak sanggup untuk menjangkau hal-hal seperti itu, yang menurut gw masih cukup bisa dijangkau Laila dan Oki. Di saat sharing itu, gw memang bercerita bahwa orang tua gw lah alasan mengapa gw masih bertahan. Di saat sharing itu gw memang bicara bahwa gw ingin mulai merelakan.

Tapi ternyata hati gw belum mampu untuk meyerah. Tapi ternyata hati gw sendiri masih ingin untuk menggantungkan mimpi. Tapi ternyata, itu bukan hanya mimpi orang lain; tapi juga mimpi diri gw sendiri.

Gw belajar matematika, bukan untuk menang lomba
Gw belajar matematika, karena cinta

Gw ingin belajar untuk bisa mendoktrin diri gw sendiri dengan dua kalimat di atas. Agar gw bisa ikhlas dalam ikhtiar; agar gw bisa cukup sabar dalam tawakal; agar gw dapat dengan mudah bangkit ketika jatuh. Bismillaahirrahmaanirrahiim

P.S. : Maafkan gw yang belum bisa konsisten atas apa yang gw ucapkan. Mudah-mudahan gw tetap bisa adil dalam menjalani semuanya.

You Might Also Like

4 comments

  1. ayo tika
    semangat terus matematika-nya ^^9 !!!

    gw juga lama-lama jadi cinta beneran sama astro..

    ReplyDelete
  2. mudah2an sakinah mawaddah warahmah ya teh #plakstress

    ReplyDelete
  3. ya ampun tik, mengharukan banget

    ReplyDelete
  4. Aww ada nama gue hahaha *slapped*

    HWAITING Tika!
    Ayo taun depan ke Manado, OSN terakhir...
    Harus usaha Go Get Gold :D

    ReplyDelete

ayo komen disini :)

Popular Posts