18-23 Februari 2011 (part 1: Surabaya)

2:47 AM

Judul di atas mungkin gak menarik. Tapi dalam 6 hari itu gw bener-bener mengalami hal yang gak biasa. Gw bersyukur banget karena (lagi-lagi) masih dikasih kesempatan untuk mengisi hidup gw, yang Insha Allah dengan hal-hal yang memang bermanfaat.


Jum'at - 18 Februari 2011
Siapa yang nyangka gw punya kesempatan ikut lomba di tempat yang cukup jauh dari Bogor, Surabaya, yang membuat gw dan Nanur sebagai peserta serta Bu Enung sebagai pembimbing harus naik pesawat untuk sampai di sana? Siapa yang nyangka? Siapa yang nyangka bisa jadi semfinalis OMITS 2011? Alhamdulillah, ternyata rencana Allah emang gak pernah gak indah.
Kami naik Garuda yang tiketnya dibayarin sama sekolah tapi tiket pulang enggak dan sampai di Surabaya kami dijemput panitia untuk menginap di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang gak jauh dari Insitut Teknologi Sepuluh November tapi jauh banget dari bandara.Sekedar informasi, akomodasi peserta selama di Surabaya ditanggung panitia OMITS. Buat gw, itu hal yang keren karena jarang-jarang ada kepanitiaan lomba yang sebaik ini. Yah, walaupun emang sekamar 10 orang tapi lumayan lah makan gratis. #plak

Sabtu - 19 Februari 2011
Ada 52 tim yang lolos ke babak semifinal tapi setau gw gak semua peserta yang lolos itu hadir di ITS pas hari itu. Mungkin sekitar 50 tim yang ada. Jujur gw minder, sangat minder, ketika menyadari siapa lawan-lawan gw dan bagaimana kemampuan mereka. Dalam konteks ini, ada hal yang selalu gw sadari:
"Di atas langit, masih ada langit"
 Gw pesimis? Gak, gw gak sepenuhnya rela disebut begitu. Saat itu gw hanya realistis. Dan ternyata ketika bertemu soal, gw menjadi semakin sadar kalau kemungkinan kami lolos ke babak final sangatlah kecil. Pada akhirnya kami memang tidak lolos, tapi gw sama sekali tidak sedih. Gw sama sekali tidak merasa rugi telah jauh-jauh bertandang ke Surabaya hanya untuk mendapat nilai 1,2.
Because finally... I found my passion :) Gw sangat sangat bersyukur telah jadi peserta OMITS 2011.


Minggu - 20 Februari 2011
Setelah akhirnya gugur di babak semifinal, gw langsung naik taksi sendiri (pertama kali) ke rumah Tante gw di Sidoarjo. Dan kebetulan tanggal 20 Februari 2011 Tante dan Pakpuh gw berencana pergi ke Lumajang untuk Spiritual Tour #ngasal bersama rombangan bapak2 dan ibu2 lainnya. Gw pun memutuskan untuk ikut. ternyata keputusan gw sangat tepat karena gw bener-bener ngerasa telah memanfaatkan hari itu dengan positif. Mulai dari bhakti sosial ke Senduro: memberi sumbangan kepada fakir miskin yang mualaf di sebuah desa (FYI, daerahnya bener-bener terpencil sampe harus naik truk dan truk nya sempet masuk selokan -,- dan di daerah sana masih mayoritas Hindu), kunjungan enterpreneurship ke U.D Shabrina (keripik nangka, pisang dll), dan bhakti sosial ke Panti Asuhan Muhammadiyah.
Jujur gw cape banget hari itu, apalagi kalau ingat besoknya gw harus ke Semarang untuk Studi Banding MPK Nervio. Tapi itu adalah salah satu pengalaman yang luar biasa buat anak remaja labil ini.

"Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?" (Q.S. Ar-Rahmaan)

You Might Also Like

3 comments

  1. Hayoo, Sabtu kemarin jadi les gak? :D Seru deh bacanya hehe

    ReplyDelete
  2. jadi dooong hehehe kan udah janji :p ternyata seru walaupun gak ngerti.
    makasih la, emang deh paling ngerti ;)

    ReplyDelete
  3. asik deh, tetap seperti ini ya :)

    ReplyDelete

ayo komen disini :)

Popular Posts