Gaya bagi Optimisme

10:00 AM

Gaya yang mampu mengembalikan benda seperti semula jika ditarik. Gaya pegas, ya? Gaya yang mampu menarik benda yang memiliki massa ke inti benda yang memiliki gaya. Itukah definisi gaya gravitasi? Ah, entahlah. Gw memang kurang pandai dalam fisika.

Tapi yang gw tahu, saat ini gw berharap optimisme mampu memilih satu di antara dua gaya tersebut; gaya mana pun jika yang gw maksud bukan kedua gaya itu. Kepercayaan diri seakan sedang dicengkram, ditarik kuat-kuat secara perlahan agar mampu keluar dari tempat ia biasa bersemayam: diri gw sendiri. Ya, belum pernah sebelumnya -dalam konteks ini- gw merasa begitu... hopeless.

Bodoh memang, karena gw sendiri tahu bahwa ini jalan yang gw pilih. Tidak, tidak. Sebelum dipertanyakan pun gw akan terlebih dahulu menggeleng. Gw tidak menyesali, sama sekali tidak. Menjadi hamba yang kufur tak seharusnya gw lakukan. Yang gw sesali adalah ketakutan gw yang datang di saat tidak tepat; bukankah sejak awal gw sudah tahu risikonya?

Apa karena memang ini baru di awal? Di saat gw bahkan belum memulai. Tiba di sini, gw merasa kehilangan orientasi. Silau, bisa jadi begitu. Sampai gw jadi lupa pada tujuan gw sendiri.

Hah! Jadi seperti gak kenal diri sendiri. Hoping for this feeling go far far away.

Lalu, gaya apa itu? Yang mampu mengembalikan "dia-yang-hilang". Gaya, massa dikali percepatan. Massa bersifat tetap (massa gw sih meningkat #curhat). Percepatan mampu berubah, ketika kecepatan berubah menjadi lebih tinggi.

Mungkin itu jawabannya. Gw harus memacu diri lebih kencang.

Doakan gw mampu, tak hanya diberi tapi juga memberi. Aamiin

You Might Also Like

0 comments

ayo komen disini :)

Popular Posts